Sedikit Tentang Kulit / Leather | KawanLawas Leather

Sedikit Tentang Kulit / Leather

Mar 31, 2016 by

Apa itu kulit? Apa perbedaan leather, vegetable tanned dan cowhide? Apakah vegtan itu kulit asli? Bagaimana membedakan kulit asli dan kulit imitasi?

Mungkin kawan-kawan sudah pernah atau bahkan sedikit familiar dengan pertanyaan diatas?

Sengaja memulai artikel d web ini tentang mengenal kulit dikarenakan masih banyak menemui pertanyaan baik di forum-forum online maupun dilingkungan sehari-hari, termasuk kawan-kawan ditempat nguli.

Kulit dalam bahasa inggris bisa diterjemahkan ‘skin’ atau dalam dunia perkulitan lebih familiar diterjemahkan ‘hide’, yang dimaksud adalah segala macam kulit hewan yang dapat dipergunakan untuk berbagai kebutuhan manusia.

Leather merupakan hasil olahan kulit hewan yang sudah melalui tahapan proses baik secara vegetable tanned (proses penyamakan menggunakan zat dari bahan nabati bernama tannin misal : kulit pohon akasia) biasa di Indonesia disingkat Vegtan atau disebut kulit nabati / taslir, maupun proses lainnya seperti chrome tanned, pull up, dsb. Bisa berasal dari sapi (cowhide) maupun dari jenis hewan lainnya.

 

Seharusnya yang diberi label ‘kulit’ dalam dunia perdagangan tentunya harus kulit asli, walau kadang kita sering menemukan jenis kulit suede (berasal dari bagian bawah/flesh side (bagian daging) dari kulit hewan yang diberi lapisan atas sintetis.

Kulit sintetis / artificial leather / faux leather dibuat dari bahan polymer biasanya polyurethane (PU) termasuk dalam kategori fabric (The words fabric and cloth are used in textile assembly trades (such as tailoring and dressmaking) as synonyms for textile. However, there are subtle differences in these terms in specialized usage. Textile refers to any material made of interlacing fibres. Fabric refers to any material made through weaving, knitting, spreading, crocheting, or bonding that may be used in production of further goods (garments, etc.). Cloth may be used synonymously with fabric but often refers to a finished piece of fabric used for a specific purpose (e.g., table cloth). – sumber : wikipedia).

Cara membedakannya tentunya bisa dengan dilihat dan dipegang (profil dan teksturnya) kulit asli permukaannya akan terlihat ber-pori dan cenderung tidak semulus PU, kecuali untuk kulit yang sudah di ‘emboss motif’ harus lebih teliti dengan melihat bagian bawah/daging (flesh side)nya.

Untuk kulit yang ‘semi sintetis/lapisan’ biasanya pada bagian lapisan atas tepinya akan terlihat serat benang dari kain pembentuk/dasar polymer, karena itu kulit sintetis atau kulit lapisan biasanya menggunakan ‘cat elastis’ sebagai penutup bagian tepi (edge).

Lalu bagaimana dengan dibakar/disundut rokok? bisa saja tentunya jika barang yang akan kita test merupakan milik kita sendiri, namun sebaiknya dihindari karena pada dasarnya kulit tidak tahan api.. hanya sedikit lebih tahan dari bahan polymer/sintetis, yang pastinya akan langsung mengkerut jika terkena api ataupun disundut.

Mudah-mudahan uraian singkat yang hanya bermodal sedikit pengalaman serta beberapa sumber tambahan ini bisa bermanfaat dan membantu menjawab pertanyaan kawan-kawan diatas.

Terima kasih sudah berkenan mampir di web sederhana ini, jika menemukan ada kesalahan, sekedar tambahan atau kritik dari kawan-kawan bisa disampaikan melalui kolom komentar di bawah.

Related Posts

Share This

468 ad

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.